Selasa, 20 November 2012

MAKALAH SOSIOLOGI PENDIDIKAN


­
“SEKOLAH DAN SOSIALISASI”




A.    Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang penting, pada zaman dulu dan terlebih lagi pada zaman sekarang ini. Dewasa ini sekolah merupakan kebutuhan setiap orang untuk mendapatkan pendidikan dari sekolah. Sekolah memegang peranan penting dalam sosialisasi, walaupun sekolah meruapakan hanya salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan. Seorang anak akan mengalami perubahan dalam prilaku sosialnya setelah ia masuk ke sekolah.
Menurut M. Dimyati Mahmud sekolah diartikan sebagai sebuah lembaga dimana proses sosialisasi sebagian terbanyak berlangsung secara formal dan disengaja. Jadi dari pengertian di atas bahwa sekolah adalah sebagai sebuah wadah atau lembaga dimana disana terjadi proses sosialisasi dan proses belajar mengajar antara pendidik dengan peserta didik.


B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan yaitu antara lain :
a.       Pengertian sekolah dan sosialisasi
b.      Fungsi pendidikan sekolah
c.       Dilema pokok pendidikan sekolah
d.      Sekolah sebagai konteks sisoal cultural
e.       Realita yang dihadapi sekolah pada saat ini

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sekolah Dan Sosialisasi
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang penting, pada zaman dulu dan terlebih lagi pada zaman sekarang ini. Dewasa ini sekolah merupakan kebutuhan setiap orang untuk mendapatkan pendidikan dari sekolah. Sekolah memegang peranan penting dalam sosialisasi, walaupun sekolah meruapakan hanya salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan. Seorang anak akan mengalami perubahan dalam prilaku sosialnya setelah ia masuk ke sekolah.
Menurut M. Dimyati Mahmud sekolah diartikan sebagai sebuah lembaga dimana proses sosialisasi sebagian terbanyak berlangsung secara formal dan disengaja. Dan menurut Webster, 1991 (dalam Hasbullah , 1999) sekolah merupakan tempat atau institusi/lembaga yang secara khusus didirikan untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar atau pendidikan. Sebagai institusi merupakan tempat untuk mengajar murid – murid, tempat untuk melatih dan member instruksi – instruksi tentang suatu lapangan keilmuan dan keterampilan tertentu pada siswa. Tempat yang dinamakan sekolah itu merupakan satu kompleks bangunan, laboratorium, fasilitas fisik yang disediakan sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pendapat itu makan sekolah mengandung dua makna, secara fisik sekolah terdiri dari bangunan – bangunan gedung dan laboratorium, jadi sekolah dalam artian material. Sedangkan yang non fisik terdiri dari sistem – sistem hubungan antara mereka yang ditugaskan untuk mengajar (guru, pelatih dan lain – lain) dengan yang diajar (murid, peserta didik), jadi sekolah dalam artian spiritual. Dan kedua artian tersebut saling mendukung satu sama lain, misalnya guru tidak bisa mengajar, mensosialisasikan nilai – nilai (artian sritual) dengan sempurna apabila tidak didukung oleh fasilitas (artian material) belajar – mengajar yang memadai. Baik artian material maupun spiritual, sekolah tetap sekolah dan merupakan suatu area khusus dalam sastra sosial dan budaya masyarakat sehingga eksistensi sekolah yang mendidik manusia tidak dapat dipisahkan dengan konteks masyarakat. Jadi sekolah merupakan salah satu agen sosialisasi norma dan nilai, sekolah merupakan tempat lembaga (institusi) pendidikan menyelenggarakan seluruh kegiatannya baik praktis maupun substansif.
Jadi dari pengertian di atas bahwa sekolah adalah sebagai sebuah wadah atau lembaga dimana disana terjadi proses sosialisasi dan proses belajar mengajar antara pendidik dengan peserta didik.

B.     Fungsi Sekolah
Banyak pendapat tentang fungsi sekolah atau fungsi pendidikan sekolah, antara lain:
1.        Suwarno (dalam Hasbullah 1999 )
Fungsi sekolah secara luas dapat dijelaskan sebagai berikut :
ü  Mengembangkan kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan
ü  Sebagai lembaga sosial yang spesialisasinya dalam bidang pendidikan dan pengajaran
ü  Sebagai tempat pendidikan dan pengajaran yang efisien
ü  Sekolah memiliki peranan penting dalam sosialisasi yaitu membantu perkembangan anak didik menjadi makhluk sosial
ü  Konservasi dan transmisi kultural
ü  Transisi dari rumah ke masyarakat.
2.        Pendapat E.S Bogardus
Menurut E.S Bogardus fungsi sekolah ada dua macam yaitu :
a.       Memberantas kebodohan, yakni menolong anak menjadi mengetahui huruf dan mengembangkan kemapuan – kemampuan intelektual anak.
b.      Memberantas salah pengetian, yakni mengembangkan pengertian yang luas tentang manusia lain yang berbeda kebudayaan dan minatnya.
3.        Pendapat David Papenoe
Menurut Davit Papenoe, fungsi sekolah terdiri dari empat macam yaitu :
a.       Transmisi budaya masyarakat
b.      Menolong individu memilih dan melakukan peranan sosialnya
c.       Menjamin integrasi sosialnya
d.      Sebagai sumber inovasi sosialnya.  
4.        Menurut Bachtiar Rifai
Menurut Bachtiar Rifai tugas pendidikan sekolah adalah sebagai berikut :
a.       Perkembangan pribadi dan pembentukan kepribadian
b.      Transmisi kultural
c.       Integrasi sosial
d.      Inovasi
e.       Pra-seleksi dan pra alokasi sosial
5.        Menurut ST. Vembriarto
Sekolah sebagai kesatuan hidup bersama, menurut ST. Vembriarto, mempunyai 7 fungsi yang ada hubungannya dengan kehidupan si anak, yaitu :
a.       Fungsi biologic: yaitu sekolah merupakan tempat formal anak didik secarabiologis anak-anak berasal dari orang tua. Mula - mula dari dua manusia, seorang pria dan wanita yang hidup bersama dengan ikatan nikah kemudian berkembang lahirnya anak-anaknya sebagai generasi penerus atau dengan katalain kelanjutan dari identitas keluarga.
b.      Fungsi afeksi; yaitu sekolah merupakan tempat terjadinya hubungan social yang penuh dengan kemesraan dan afeksi (penuh kasih sayang dan rasaaman). 
c.       Fungsi sosiologi; yaitu fungsi sekolah dalam membentuk kepribadian anak. Melalui interaksi social dalam sekolah anak mempelajari pola-pola tingkah laku, sikap, keyakinan, cita-cita dan nilai-nilai dalam masyarakat dalam rangka perkembangan kepribadiaannya.
d.      Fungsi pendidikan; yaitu sekolah sejak dulu merupakan institusi pendidikan. Dahulu sekolah merupakan satu-satunya institusi untuk mempersiapkan anak agar dapat hidup secara social dan ekonomi di masyarakat. Sekarang pun sekolah dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang formal dan utama dalam mengembangkan dasar kepribadiaan anak. Selain itu sekolah/guru menurut hasil penelitian psikologi berfungsi sebagai factor  pemberi penuh utama bagi motivasi belajar anak yang pengaruhnya begitu mendalam pada setiap langkah perkembangan anak yang dapat bertahan hingga ke perguruan tinggi.
e.       Fungsi rekreasi; yaitu sekolah merupakan tempat/medan rekreasi untuk memperolehafeksi, ketenangan dan kegembiraan
f.       Fungsi keagamaan; yaitu sekolah merupakan pusat pendidikan, upacara adab ibadah agama bagi para anggotanya, disamping peran yang dilakukan institusi agama. Fungsi ini penting artinya bagi penanaman jiwa agama pada si anak; sayangnya sekarang ini fungsi keagamaan ini mengalami kemunduran akibat pengaruh sekularisasi.
g.      Fungsi perlindungan; yaitu sekolah berfungsi memelihara, merawat dan melindungi si anak baik fisik maupun sosialnya. Fungsi ini oleh sekolah sekarang tidak dilakukan sendiri tetapi banyak dilakukan oleh badan-badan social seperti tempat perawatan bagianak cacat tubuh mental, anak yatim piatu, anak nakal dan perusahaan asuransi. Sekolah diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan seperti gangguan udara dengan menyediakan rumah, gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat-obatan dan gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar / tembok dan lain-lain
Jadi dapat disimpulkan dari pendapat para ahli tersebut bahwasanya fungsi sekolah yaitu :
-          Tempat melatih kemampuan akademik anak
-          Tempat menenegmbang dan memperkuat mental fisik dan disiplin
-          Tempat memperkenalkan tanggung jawab
-          Tempat melatih jiwa sosial dan pertemanan.
-          Sebagai pembentukan identitas diri
-          Saranan mengembangkan diri dan berkreativitas
-          Sebagai membentuk keterampilan dasar
-          Sebagai penentu dan merubah nasib


C.    Dilema Pokok Pendidikan Sekolah
Dilema atau permasalahan dalam pendidikan sekolah banyak ditemui pada saat sekarang ini. Dilema ini muncul akibat tidak sejalannya pendidikan formal, informal dan non formal dan tidak bekerja sama dengan baik sehingga tidak memiliki visi misi yang sama untuk memajukan pendidikan.
Berikut ini adalah permasalahan/dilema yang banyak terjadi disekolah antara lain yaitu :
·         Bolos Sekolah: Bolos merupakan permasalahan yang paling sering terjadi di sekolah, mulai dari tidak mengikuti mata pelajaran tertentu sampai tidak datang ke sekolah sama sekali. Tiap sekolah memiliki kebijakannya masing-masing dalam menangani masalah ini, seperti absensi sekolah dan absensi mata pelajaran.
·         NARKOBA: Pergaulan yang salah merupakan penyebab para siswa untuk mau mencoba zat berbahaya ini. Tidak sebatas masalah internal, namun masalah eksternal seringkali menjadi pemicu siswa sehingga bergabung dengan pergaulan yang salah.
·         Tawuran: Permasalah ini seringkali dihadapi oleh siswa SMA, siswa yang melakukan tindakan tawuran ini biasanya ingin dianggap "jagoan" karena telah membela nama sekolahnya.
·         Bullying: Adanya label "senior dan junior" di sekolah menyebabkan prilaku bullying ini terjadi. Senior ingin dihargai oleh junior, namun menggunakan cara yang salah. Tidakan ini bisa berupa perilaku verbal dan nonverbal yang dapat membahayakan korban dan bahkan pelakunya sendiri
 


D.    Sekolah Sebagai Konteks Sosial Kultural
Sekolah merupakan salah satu institusi sosial yang mempengaruhi proses sosialisasi dan berfungsi mewariskan kebudayaan masyarakat kepada anak. Sekolah merupakan suatu sistem sosial yang mempunyai organisasi yang unik dan pola relasi sosial diantara para anggotannya yang bersifat unik pula dan ini yang dinamakan kebudayaan sekolah.
Menurut Hagighurst dan Neugarten (dalam Dimyanti Mahmud, 1989) kebudayaan sekolah dinyatakan sebagai berikut “a complex set of beliefs, values and traditions, ways of thiking and behaving” yang artinya serangkaian keyakinan, nilai – nilai dan tradisi, cara – cara berfikir dan berprilaku; hal ini bersifat khas dan membedakan sekolah dari lembaga – lembaga sosialisasi lainnya. Kebudayaan sekolah itu terdiri dari bermacam – macam unsur yaitu :
a.       Phisik, seperti letak sekolah, lingkungan alam, bangunan dan alat – alat dan sebagainya.
b.      Non phisik, seperti kurikulum yang memuat berbagai macam ide dan fakta, kepala sekolah, guru – guru, karyawan dan murid – murid beserta cara – cara mereka berinterakssi dan nilai – nilai sistem peraturan dan iklim kehidupan sekolah.

E.     Sekolah Dan Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial ialah gerakan individu dari suatu posisi sosial ke posisi sosial yang lain dalam suatu struktur sosial. Dapat dibedakan dua macam mobilitas sosial yaitu :
a)      Mobilitas sosial verikal adalah pindahnya individu ke atas atau ke bawah dalam tangga sosial.
b)      Mobilitas sosial horizontal adalah pindahnya individu secara mendatar dalam ruangan geografik (migrasi).
Sekolah dan mobilitas dapat dijelaskan sebagai berikut yaitu di Amerika Serikat, pendidikan sekolah dipandang sebagai jalan yang utama untuk mencapai sukses; pendidikan sekolah dianggap sebagai jalan yang paling cepat untuk menaiki tangga sosial. Keyakinan semacam itu meluas dikalangan anak – anak dan orang tua dalam masyarakat di negara – negara berkembang, termasuk Indonesia.
Demokratisasi pendidikan disebut horizontal apabila sistem pendidikan memberikan kesempatan kepada semua warga negara untuk memperoleh pendidikan sekolah. Konsekuensi logisnya ialah lahirnya apa yang disebut kewajiban belajar.
Demokratisasi pendidikan disebut vertical apabila sistem pendidikan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak untuk memperoleh pendidikan sekolah yang setinggi – tingginya sesuai dengan kemampuannya.



BAB III
KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
Sekolah adalah sebagai sebuah wadah atau lembaga dimana disana terjadi proses sosialisasi dan proses belajar mengajar antara pendidik dengan peserta didik. Jadi dapat disimpulkan dari pendapat para ahli tersebut bahwasanya fungsi sekolah yaitu :
-          Tempat melatih kemampuan akademik anak
-          Tempat menenegmbang dan memperkuat mental fisik dan disiplin
-          Tempat memperkenalkan tanggung jawab
-          Tempat melatih jiwa sosial dan pertemanan.
-          Sebagai pembentukan identitas diri
-          Saranan mengembangkan diri dan berkreativitas
-          Sebagai membentuk keterampilan dasar
-          Sebagai penentu dan merubah nasib
Sekolah sebagai konteks sosial adalah dimana sekolah adalah sebuah lembaga dan di sekolah ini terjadi proses sosial dan kebudayaan sekolah. Dilema atau permasalahan dalam pendidikan sekolah banyak ditemui pada saat sekarang ini. Dilema ini muncul akibat tidak sejalannya pendidikan formal, informal dan non formal dan tidak bekerja sama dengan baik sehingga tidak memiliki visi misi yang sama untuk memajukan pendidikan. Dan mobilitas sosial dibedakan atas dua macam yaitu : mobilitas sosial vertical dam mobilitas sosial horizontal.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1991. Sosiologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta
Mahmud, Dimyati. 1989. Sosiologi Pendidikan. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan
Nasution. 1999. Sosiologi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara
St. Vemrianto. 1982. Sosiologi Pendidikan. Yogyakarta. Yayasan Pendidikan Paramitha

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar